[{"type":"table","placeholders":{"clientName":"Markt- und Medienforschung, Deutsche Welle Bonn","metricName":"Custom Videos Table","timePeriod":"05\/01\/2017 - 05\/31\/2017","interval":"total","notes":""},"metaData":{"columns":[{"id":"publishTime","title":"Video","width":0.22,"type":"youtubeVideo"},{"id":"description","title":"Description","width":0.22,"type":"string"},{"id":"likeCount","title":"Likes","width":0.07,"type":"integer"},{"id":"dislikeCount","title":"Dislikes","width":0.07,"type":"integer"},{"id":"commentCount","title":"Comments","width":0.07,"type":"integer"},{"id":"viewCount","title":"Views","width":0.07,"type":"integer"},{"id":"interactionRate","title":"I-Rate","width":0.07,"type":"percent"},{"id":"avgViewDur","title":"Avg. View Duration in Minutes","width":0.07,"type":"decimal"},{"id":"estWatched","title":"Est. Minutes Watched","width":0.07,"type":"integer"},{"id":"avgViewPerc","title":"Avg. View %","width":0.07,"type":"percent"}],"serverSide":true,"paginate":true,"sortBy":"publishTime","sortDir":"DESC"},"data":[{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-29 12:14:28<\/b><br \/>Aplikasi Smartphone Untuk Menghindari Macet","title":"Aplikasi Smartphone Untuk Menghindari Macet","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=6nx9m2nwUg8","viewCount":1191,"likeCount":16,"dislikeCount":0,"commentCount":2,"interactionRate":"0.2246%","avgViewDur":"2.35","estWatched":1299,"avgViewPerc":"58.53%","description":"Kemakmuran mendorong jutaan orang di seluruh dunia untuk membeli kendaraan pribadi. Akibatnya kota-kota besar semakin sesak oleh kendaraan dan terkubur dalam kemacetan. Sebuah aplikasi ponsel diharapkan bisa menjadi solusinya.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-29 12:08:20<\/b><br \/>Musim Kering di Somalia","title":"Musim Kering di Somalia","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=ekPxZaryYdw","viewCount":24803,"likeCount":152,"dislikeCount":5,"commentCount":73,"interactionRate":"2.8696%","avgViewDur":"3.43","estWatched":34785,"avgViewPerc":"45.05%","description":"Selama empat tahun terakhir tidak setetes pun air hujan pernah membasahi Somalia. Tidak heran jika jutaan penduduk terancam oleh bencana kekeringan. Di tengah ancaman teror, LSM internasional berusaha membantu penduduk setempat.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-29 12:03:04<\/b><br \/>Bola Jadi Kamera 360 Derajat","title":"Bola Jadi Kamera 360 Derajat","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=aMeDpS8KCMQ","viewCount":2365,"likeCount":35,"dislikeCount":0,"commentCount":7,"interactionRate":"0.5240%","avgViewDur":"2.22","estWatched":2169,"avgViewPerc":"64.19%","description":"Pasar kamera digital bakal kedatangan pemain baru yang unik. Dua pemuda Jerman mengembangkan kamera 360 derajat yang berbentuk bola. Kamera ini hanya bisa difungsikan jika penggunanya melemparnya ke udara. Bagaimana hasil gambarnya?\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-29 11:53:21<\/b><br \/>Pemancar Canggih Ungkap Fenomena Migrasi Bangau","title":"Pemancar Canggih Ungkap Fenomena Migrasi Bangau","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=4qJtBU8QAE0","viewCount":917,"likeCount":7,"dislikeCount":1,"commentCount":0,"interactionRate":"0.0998%","avgViewDur":"2.12","estWatched":1045,"avgViewPerc":"53.15%","description":"Migrasi burung bangau dari Eropa ke Afrika selama ini cenderung luput dari perhatian ilmuwan. Kini sekelompok peneliti ingin mengungkap dampak perubahan iklim terhadap perilaku satwa pengembara tersebut dengan memasang pemancar teknologi tinggi pada bangau.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-23 12:16:10<\/b><br \/>Sistem Navigasi Baru, Lebih Canggih dari GPS","title":"Sistem Navigasi Baru, Lebih Canggih dari GPS","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=gECnaA06EKk","viewCount":4245,"likeCount":46,"dislikeCount":5,"commentCount":16,"interactionRate":"0.8564%","avgViewDur":"2.05","estWatched":5941,"avgViewPerc":"69.42%","description":"Sistem navigasi GPS yang dimiliki Amerika Serikat sudah menjadi tulang punggung kehidupan kita sehari-hari. Entah itu untuk bernavigasi ketika berkendara atau ketika menumpang pesawat udara. Namun Eropa kini sedang meluncurkan sistem navigasi teranyar bernama Galileo yang ditengarai jauh lebih akurat ketimbang GPS.\n\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-23 12:13:49<\/b><br \/>Kerang Laut, Makanan Super Tahan Cuaca","title":"Kerang Laut, Makanan Super Tahan Cuaca","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=NClwahHaMS8","viewCount":1440,"likeCount":17,"dislikeCount":0,"commentCount":0,"interactionRate":"0.2173%","avgViewDur":"2.61","estWatched":2332,"avgViewPerc":"65.84%","description":"Ganggang dulu dirayakan sebagai bahan pangan masa depan. Namun tanaman laut ini sayangnya peka terhadap perubahan iklim dan suhu air yang menghangat. Kini pakar biologi mempopulerkan makanan super selanjutnya yang lebih tahan cuaca, yakni kerang laut."},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-22 14:07:48<\/b><br \/>Budidaya Kakao Solusi Atas Ancaman bagi Keanekaragaman Hayati","title":"Budidaya Kakao Solusi Atas Ancaman bagi Keanekaragaman Hayati","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=Gc-8OiFn-CQ","viewCount":877,"likeCount":14,"dislikeCount":1,"commentCount":1,"interactionRate":"0.2053%","avgViewDur":"3.84","estWatched":2587,"avgViewPerc":"51.76%","description":"Taman Nasional Gola di Sierra Leone adalah oase kehidupan buat berbagai jenis satwa langka, termasuk kuda nil kerdil. Untuk menghentikan aktivitas perburuan dan pertambangan ilegal yang mengancam keanekaragaman hayati di sana, penduduk lokal diajak untuk membudidayakan tanaman kakao.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-22 14:03:37<\/b><br \/>Karya Seni dari Cakram Optik","title":"Karya Seni dari Cakram Optik","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=gW95pcoXdlo","viewCount":1318,"likeCount":14,"dislikeCount":0,"commentCount":2,"interactionRate":"0.2053%","avgViewDur":"1.97","estWatched":1853,"avgViewPerc":"49.44%","description":"Pematung Jerman, Matthias Hintz, memiliki cara aneh dalam berkarya. Ia melumerkan cakram optik untuk membentuk karya seni berukuran raksasa. Melalui karyanya itu, Hintz ingin mengubah data-data yang terlupakan menjadi sesuatu yang berharga. Uniknya untuk karya-karyanya itu ia mengambil inspirasi dari sayuran.\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-17 07:57:13<\/b><br \/>Bunker Perang Jadi Hunian Modern","title":"Bunker Perang Jadi Hunian Modern","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=LiGRiYQxaRo","viewCount":1423,"likeCount":17,"dislikeCount":0,"commentCount":0,"interactionRate":"0.2232%","avgViewDur":"2.29","estWatched":2387,"avgViewPerc":"66.10%","description":"Perang Dunia II di Jerman banyak menyisakan bunker-bunker perlindungan yang terbuat dari beton, tanpa jendela dan sinar matahari. Kebanyakan dirubuhkan untuk pembangunan kota. Sementara yang lain dibiarkan sebagai monumen sejarah. Tapi ada satu bunker yang disulap menjadi sebuah hunian modern.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-17 07:49:52<\/b><br \/>Rahasia Burung Pengembara di Selat Gibraltar","title":"Rahasia Burung Pengembara di Selat Gibraltar","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=UQMuSuzDI_I","viewCount":1376,"likeCount":19,"dislikeCount":1,"commentCount":3,"interactionRate":"0.3019%","avgViewDur":"4.19","estWatched":4370,"avgViewPerc":"55.75%","description":"Setiap tahun jutaan burung bermigrasi dari Eropa ke Afrika buat menghindari cuaca musim dingin yang membeku. Untuk itu mereka harus melewati selat Gibraltar yang penuh bahaya. Namun hingga kini ilmuwan belum bisa menjawab bagaimana satwa pengembara itu mampu mengatasi tantangan alam berupa angin kencang. Buat menjawabnya mereka mengamati perilaku burung elang.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-17 07:33:16<\/b><br \/>Gravitasi Berganda Bantu Astronot Hadapi Ruang Tanpa Beban","title":"Gravitasi Berganda Bantu Astronot Hadapi Ruang Tanpa Beban","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=OXSTm9-jzTk","viewCount":1142,"likeCount":6,"dislikeCount":1,"commentCount":2,"interactionRate":"0.1181%","avgViewDur":"2.08","estWatched":1523,"avgViewPerc":"68.59%","description":"Ruang angkasa bukan rumah alami buat manusia. Sebab itu seorang astronot harus berada dalam kondisi fisik terbaik sebelum bisa menjelajah antariksa. Mereka terutama harus melatih kebugaran untuk menghadapi ruang tanpa beban yang bisa melumat massa otot dan tulang manusia. Uniknya, untuk itu para astronot harus menjalani latihan dalam kondisi khusus dengan gaya gravitasi berganda.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-08 13:44:21<\/b><br \/>Penerbangan Parabolika untuk Penelitian","title":"Penerbangan Parabolika untuk Penelitian","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=GiYWKebJjFw","viewCount":2825,"likeCount":35,"dislikeCount":2,"commentCount":10,"interactionRate":"0.7484%","avgViewDur":"3.65","estWatched":8973,"avgViewPerc":"57.09%","description":"Tidak mudah buat manusia untuk membebaskan diri dari gaya gravitasi Bumi. Satu-satunya cara adalah dengan mensimulasikan manuver parabolika alias terjun bebas seperti pada roller coaster.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-08 13:39:57<\/b><br \/>Liburan di Atas Kapal Pesiar","title":"Liburan di Atas Kapal Pesiar","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=gCtC5pejrhA","viewCount":1664,"likeCount":11,"dislikeCount":0,"commentCount":1,"interactionRate":"0.1911%","avgViewDur":"2.46","estWatched":2900,"avgViewPerc":"62.13%","description":"Tahun 2017 diperkirakan sebanyak 25 juta wisatawan di seluruh dunia menghabiskan masa liburannya di atas kapal pesiar. Wisata laut di atas hotel berbintang semacam itu belakangan semakin digemari. Tapi apa daya tarik utamanya?\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-08 13:35:16<\/b><br \/>Membersihkan Pantai Mumbai","title":"Membersihkan Pantai Mumbai","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=VYEh_qp_umk","viewCount":1375,"likeCount":8,"dislikeCount":0,"commentCount":3,"interactionRate":"0.1752%","avgViewDur":"n\/a","estWatched":"n\/a","avgViewPerc":"n\/a","description":"n\/a"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-08 13:29:13<\/b><br \/>Menikmati Hidangan Manis Khas Austria","title":"Menikmati Hidangan Manis Khas Austria","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=7g35mvtENd8","viewCount":684,"likeCount":11,"dislikeCount":0,"commentCount":0,"interactionRate":"0.1752%","avgViewDur":"2.48","estWatched":1329,"avgViewPerc":"61.12%","description":"Namanya Kaiserschmarrn. Inilah hidangan manis yang khas dan paling disukai di Austria. Cara membuatnya tidak sulit, bahannya juga bisa dibilang sederhanya. Walaupun paling disukai, tidak ada yang tahu pasti darimana asalnya.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-08 13:22:43<\/b><br \/>Mencegah Pengeringan Sungai Tana","title":"Mencegah Pengeringan Sungai Tana","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=A3iWYbH_dCY","viewCount":3998,"likeCount":30,"dislikeCount":1,"commentCount":3,"interactionRate":"0.5414%","avgViewDur":"2.37","estWatched":8208,"avgViewPerc":"57.95%","description":"Meski tercatat sebagai energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga air adalah salah satu sebab mengeringnya sungai Tana di Kenya. Peneliti kini harus mencari solusinya."},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-01 10:47:21<\/b><br \/>Laboratorium Langit di Puncak Gunung","title":"Laboratorium Langit di Puncak Gunung","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=wSzeWb99L8w","viewCount":1501,"likeCount":21,"dislikeCount":0,"commentCount":1,"interactionRate":"0.4802%","avgViewDur":"2.77","estWatched":3597,"avgViewPerc":"41.33%","description":"Dengan ketinggian hampir 3.000 meter, laboratorium langit di puncak gunung Zugspitze merupakan fasilitas penelitian tertinggi di Jerman. Di tempat ini ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu mengumpulkan data lingkungan untuk memantau dampak perubahan iklim. Dengan mata kepala sendiri, mereka menyaksikan munculnya fenomena alam yang menyiratkan bencana di masa depan.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-01 10:36:57<\/b><br \/>Tujuan Wisata Populer di Eropa","title":"Tujuan Wisata Populer di Eropa","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=Iaw9ycBaCeM","viewCount":751,"likeCount":9,"dislikeCount":1,"commentCount":1,"interactionRate":"0.2401%","avgViewDur":"2.26","estWatched":1221,"avgViewPerc":"56.23%","description":"Wisata kota kembali menjadi primadona buat industri pariwisata Eropa. Terutama buat kaum muda yang di akhir pekan ingin melarikan diri dari penatnya keseharian, kota-kota metropolitan di Eropa yang relatif mudah dijangkau menjadi pilihan yang murah dan meriah. Namun bukan Paris, London atau Milan yang sedang digemari pelancong, melainkan kota-kota yang lebih kecil seperti Bordeaux atau Budapest.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-01 10:33:43<\/b><br \/>Karya Seni 3D dari Kertas","title":"Karya Seni 3D dari Kertas","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=JwnlobOmyu8","viewCount":3903,"likeCount":25,"dislikeCount":0,"commentCount":2,"interactionRate":"0.5894%","avgViewDur":"2.05","estWatched":3907,"avgViewPerc":"55.25%","description":"Nilai kertas sebagai media penyimpan informasi kian berkurang sejak kehadiran dunia digital. Terutama di tengah isu kerusakan hutan, keberadaan kertas sebagai produk massal tidak lagi diinginkan. Tapi kertas tidak sepenuhnya menghilang, terutama di bidang seni. Sebuah perusahaan Jerman bernama Paperlux menyulap kertas menjadi karya seni tiga dimensi yang dijual sebagai undangan atau kartu ucapan.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"},{"pageName":"DW (Bahasa Indonesia)","publishTime":"<b>DW (Bahasa Indonesia) - 2017-05-01 10:21:32<\/b><br \/>Masalah Sampah Botol Air di Uganda","title":"Masalah Sampah Botol Air di Uganda","link":"https:\/\/youtube.com\/watch?v=KC7h5wTm49I","viewCount":2154,"likeCount":26,"dislikeCount":0,"commentCount":2,"interactionRate":"0.6112%","avgViewDur":"1.90","estWatched":3664,"avgViewPerc":"67.81%","description":"Buat banyak orang, termasuk juga di Uganda, air dalam kemasan merupakan satu-satunya jalan mendapat air yang tidak terkontaminasi limbah. Namun industri air kemasan yang turut mengundang perusahaan multinasional itu menyisakan masalah lain yang tak kalah genting, yaitu sampah plastik yang kian menggunung.\n\nFacebook: DW Indonesia\nTwitter: @dw_indonesia\n#DWInovator\n\nwww.dw.com\/inovator\nwww.dw.com\/indonesia\nwww.dw.com\/id\/media-center\/s-100871"}]}]